Perlindungan Hukum Terhadap Penerima Gadai Atas Harta Pusako Tinggi yang Dijadikan Jaminan

Debi Riska, Ahmad Muliadi, Nurwidiatmo N

Abstract


High Pusako itself is a treasure obtained from the results of hard work or ancestors in ancient times by mutual cooperation, not assets obtained from grandmother and parents Artati Surya, Cs during his life, so based on customary rules in Minangkabau inheritance it should not be pawned if it is not important, the high property of Pusako must remain intact, because the high property of Pusako will never increase, the existence of these assets to symbolize a people is high pusako. The method used for this research is the normative juridical method. The results of the study To pawn in Bukit Tinggi there are four factors (conditions), namely: Bodies lying in the house, the old girl who is not married, the house is absent, helps the people in distress. Especially in Bukit Tinggi, pawning was found without fulfilling the four factors, because the pledges carried out in general are for education and other needs. and the guarantee of the legal protection of the pawning recipient can be seen in the customary regulations in Minangkabau that high Pusako assets will not be diverted to any party who is not a recipient or heir of high Pusako property so that if someone controls the high property of Pusako because of a pawn they only being able to use the land from the high Pusako property does not make the high propertyof Pusako a permanent ownership.

Full Text:

PDF

References


Ali, Zainuddin. (2016). Metode Penelitian Hukum, Cet 7. Jakarta: Sinar Grafika

Amir, M.S. (2008). Pola dan tujuan hidup orang Minagkabau. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya

Fuady, Munir. (2013). Hukum Jaminan Utang. Jakarta: Erlangga

Hasan, Firman. (1988). Dinamika Masyarakat dan Adat Minangkabau. Padang: Universitas Andalas

Instruksi Bersama Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah dengan Menteri Agraria Republik Indonesia Nomor Sekra 9/1/2 Tahun 1961 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 56 Tahun 1960 tentang Penetapan luas tanah pertanian

Mahyudin, Suardi. (2009). Dinamika Sistem Hukum Adat Minangkabau dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung. Jakarta: PT.Candi Cipta Paramuda

Navis, A.A. (1984). Alam terkembang Menjadi guru dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafitiers

Peraturan Dearah Propinsi Sumatra Barat Nomor 16 tahun 2008 tentang Tanah Ulayat dan Pemanfaatannya

Peraturan Dearah Propinsi Sumatra Barat Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Nagari

Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 tentang Pedoman Penyelesaian Masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Perubahan Terhadap Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

Sajuti Thlmib, Receptio A Contrario (Hubungan Hukum Adat Dengan Hukum Islam), Bina Asara, Jakarta., 1985,

Setiady, Tolib. (2009). Intisari Hukum Adat di Indonesia (Dalan Kajian Kepustakanaan) cet 2. Bandung: Alfabeta

Simorangkir, J.C.T dan Wiryon Sastropranto. (1962). Pelajaran Hukum Indonesia. Jakarta: Gunung Agung

Soemitro, Ronny Hanityo. (1988). Metodelogi Penelitian Hukum Jurumetri. Jakarta: Ghalia Indonesia

Suardi. (2009). Hukum Agraria. Jakarta: Badan Penerbit IBLAM

Subekti, R. dan R. Djitrosudibio. (2013). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, cet 37, Jakarta: PT. Pradnya Paramita

Sudiyat, Iman. (1991). Asas-asas Hukum Adat Bekal Pengantar. Yogyakarta: Liberty

Syahmunir, AM. (2000). Eksistensi Tanah Ulayat dalam Perundang-Undangan di Indonesia. Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau (PPIM)

Tjondro, Sudikno M.P. (2008). Dua Abad Penguasaan Tanah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Ultrech, E. (1959). Pengantar dalam Hukum Indoensia, Cet 6. Jakarta: PT. Balai Buku Ichtiar

Yamin, Muhammad. (2004). Gadai Tanah Sebagai Lembaga Pembiayaan Rakyat Kecil. Medan: Pustaka Bangsa Press




DOI: http://dx.doi.org/10.31479/jnk.v4i2.180

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Jurnal Nuansa Kenotariatan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.